LATEST INFO
Rabu, 12 November 2008 14:13:44
Job Vacancy as Project Coordinator
Selasa, 14 Oktober 2008 16:21:48
RI Jadi Parameter Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Asia Eropa
Senin, 13 Oktober 2008 15:19:51
Menkes Bangga RI Masih Jadi Acuan Dunia Darurat Bencana
Berita
Senin, 13 Oktober 2008 15:19:51
Menkes Bangga RI Masih Jadi Acuan Dunia Darurat Bencana
Kategori: Umum (101 kali dibaca)
Kuta - Indonesia mendapatkan predikat terbaik sebagai negara yang memiliki manajemen bencana alam. Bahkan metode penanggulangan bencana di Indonesia menjadi acuan dunia internasional hingga kini.
"Di tingkat global metode yang kita ciptakan sebagai upaya penanggulangan krisis kesehatan dan bencana disepakati World Health Organization (WHO) menjadi acuan dunia internasional. Sampai detik ini juga dapat predikat terbaik di tingkat global," kata Menkes Siti Fadilah Supari.
Menkes menyampaikan hal itu dalam pembukaan 'Pelatihan Manajemen Bencana dan Obat-obatan', di Hotel Harris, Kuta, Bali, Senin (13/10/2008).
Menkes mengaku bangga dengan kemampuan tenaga medis di Indonesia. "Kita sangat bangga dengan kemampuan tenaga-tenaga kita dalam bencana," kata Menkes.
Siti mencontohkan, ketika bencana gempa bumi terjadi Yogyakarta pada Mei 2005, ratusan orang yang menderita patah tulang terbuka dapat dioperasi hanya dalam 2 hari. "Hal itu belum pernah terjadi di belahan dunia mana pun," jelasnya.
Sebelumnya saat tsunami melanda Aceh 2004 silam, lanjut Siti, orang asing berbondong-bondong datang membantu dengan mendirikan tenda-tenda mewah.
"Namun ketika beroperasi, tenaga medis kita mampu menangani para korban meski dengan peralatan sederhana," tuturnya.
Kepada peserta pelatihan, yang di antaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Menkes berpesan, agar pengetahuan yang diperoleh dapat ditularkan kepada masyarakat.
"Seperti di Jepang gempa 6,7 skala richter, murid-murid di sana tenang-tenang saja. Mereka sudah tahu harus kemana pas ada gempa, sembunyi ke bawah meja. Kita harus tahu hal semacam itu," harapnya. (did/nwk) (Sumber: detikNews, Senin, 13/10/2008)
(Admin)
"Di tingkat global metode yang kita ciptakan sebagai upaya penanggulangan krisis kesehatan dan bencana disepakati World Health Organization (WHO) menjadi acuan dunia internasional. Sampai detik ini juga dapat predikat terbaik di tingkat global," kata Menkes Siti Fadilah Supari.
Menkes menyampaikan hal itu dalam pembukaan 'Pelatihan Manajemen Bencana dan Obat-obatan', di Hotel Harris, Kuta, Bali, Senin (13/10/2008).
Menkes mengaku bangga dengan kemampuan tenaga medis di Indonesia. "Kita sangat bangga dengan kemampuan tenaga-tenaga kita dalam bencana," kata Menkes.
Siti mencontohkan, ketika bencana gempa bumi terjadi Yogyakarta pada Mei 2005, ratusan orang yang menderita patah tulang terbuka dapat dioperasi hanya dalam 2 hari. "Hal itu belum pernah terjadi di belahan dunia mana pun," jelasnya.
Sebelumnya saat tsunami melanda Aceh 2004 silam, lanjut Siti, orang asing berbondong-bondong datang membantu dengan mendirikan tenda-tenda mewah.
"Namun ketika beroperasi, tenaga medis kita mampu menangani para korban meski dengan peralatan sederhana," tuturnya.
Kepada peserta pelatihan, yang di antaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Menkes berpesan, agar pengetahuan yang diperoleh dapat ditularkan kepada masyarakat.
"Seperti di Jepang gempa 6,7 skala richter, murid-murid di sana tenang-tenang saja. Mereka sudah tahu harus kemana pas ada gempa, sembunyi ke bawah meja. Kita harus tahu hal semacam itu," harapnya. (did/nwk) (Sumber: detikNews, Senin, 13/10/2008)
(Admin)
